Skip to main content

Jatuhku Bukan Bangunmu

Ilustrasi: Todays Woman

Menikmati perjalanan hidup dari waktu ke waktu tanpa pernah tahu seutuhmya apa yang terjadi
Tak akan pernah
Terlalu banyak rahasia yang harus aku kuak tanpa kemudian memastikan bahwa itu adalah itu
Semakin aku tahu bukan aku menjadi tahu akan itu
Semakin aku tahu ternyata aku belum tahu rahasia itu

Aku lebih banyak diam terbisu disudut ruang ini
Tanpa pernah tersentuh dunia yang semakin merana
Meratapi kisah anak manusia yang masih saja sibuk dengan fatamorgana panca inderanya
Jiwa-jiwa yang seolah juara jumawa lalu terhenti tertawa ketika semua mata pujian yang datang padanya hanyalah kepalsuan

Menunggu tanda-tanda beralihnya putaran roda takdir
Menitik dari tetesan air mata dan darah orang-orang yang dicintai
Terpuruk bukan lagi angan-angan
Angin saja kadang terlupa

Tertawalah kalian para pengabdi setan
Nikmati saja keindahan kalian yang umurnya tak panjang
Kejatuhanku yang kalian pikir karena perbuatan kalian
Bukan juga bangunnya kalian dari kekosongan jiwa




Comments

Popular posts from this blog

Aku Takut Waktu Tidak Berpihak Kepadaku Lagi

ilustrasi: tribunjualbeli.com Aku hanya bisa menangis didepanmu pada pertemuan ini. Memohon pin BBM yang kamu hapus kemarin. Aku mohon izinkan aku tetap merasa terhubung denganmu meski hanya melalui chat. Aku tidak mau kehilangan dirimu lagi. Berapa puluh tahun lagi waktu yang aku perlukan nanti? Sedangkan sekarang saja butuh waktu dua puluh tahun. Aku takut waktu tidak berpihak kepadaku lagi.

Cara Melawan

Ilustrasi: epochtimeid Melawan kejahatan tidak harus dengan cara membalasnya. Itu bisa dilakukan dengan cara melakukan kebaikan. Melawan kejahatan dengan cara membalas hanya akan melahirkan kejahatan - kejahatan baru di masa depan. Kebaikan akan membawa perbaikan terlepas dari hasil yang didapat saat melakukan kebaikan.

Enaknya Anak-anak

Ilustrasi: dibingkai.blogspot.com Dulu, sewaktu masih jadi anak-anak, menjadi dewasa seperti terasa lama. Menjadi dewasa berarti bisa melakukan hal-hal yang lebih hebat dari anak-anak. Boleh melakukan ini dan itu. BEBAS! Namun kini, setelah dewasa, berumur, setengah baya, justru merindukan masa-masa menjadi anak-anak. BEBAS! Sama-sama bebas, tapi beda rasa dan makna. Waktu anak-anak aku tidak pernah tahu bebasnya orang dewasa itu disertai tanggung jawab. Sedangkan bebasnya anak-anak adalah bebas dari tanggung jawab atas perbuatannya. Kalaupun sampai melakukan kesalahan, itu adalah tanggung jawab orang tuanya untuk mendidiknya. Tapi tetep, buat aku yang sudah "dewasa" ini menjadi anak-anak itu lebih enak. Bisa main apa saja yang kita mau. Berkhayal sambil lari-lari membawa pesawat-pesawatan tanpa harus merasa risih dengan pandangan orang-orang. Bebas mengekspresikan imajinasi. Berteman tanpa harus mempunyai kepentingan. Marahan sampai nangis. Berkelahi sampai bonyok. Setelah i...